Memperingati Hari HAM Sedunia, LMID Lampung Gelar Aksi di Depan UBL

Read Time:1 Minute, 9 Second
Memperingati Hari HAM Sedunia, LMID Lampung Gelar Aksi di Depan UBL

BANDAR LAMPUNG – Hari HAM Sedunia berawal dari peristiwa-peristiwa yang terjadi saat Perang Dunia ke-II pada 1939-1945. Banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan saat itu membuat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) sebagai langkah tegas agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Di sisi lain, DUHAM sendiri telah memberi inspirasi pada banyak perjuangan untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia,menggarisbawahi pentingnya solusi berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, danmenekankan kebutuhan akan perekonomian yang menghormati hak asasi manusia sertamelayani semua individu.

Di Indonesia, HAM diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, yang menegaskan kewajiban setiap individu untuk menghormati hak asasi manusia orang lain. Lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-undang Minerba, sahnya Undang-undang No 1 tahun 2023, dan persoalan pembangunan infratsruktur bersifat ekstraktif yang mengorbankan kepentingan rakyat.

Dalam hal ini, Adit selaku Korlap Aksi dari Liga Mahasiswa Indonesia Demokrasi (LMID) Lampung mengatakan bahwa negara sebagai peran serarusnya memberikan rakyatnya kesejahteraan, hak-hak kehidupan.

“Namun bisa dilihat hari ini, negara masih masif untuk menjadi fasilitator untuk korporasi agar bisa melakukan tindakan kepada pelaku pelanggaran HAM,” ujarnya pada Senin (11/12) di depan Kampus Universitas Bandar Lampung.

“Selain itu, banyak pelanggaran HAM yang belum bisa diselesaikan oleh negara dan banyak juga teman-teman buruh tani yang belum mendapatkan kesejahteraan serta upah buruh yang dianggap masih rendah, walaupun sudah mengalami kenaikan,” tambahnya.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %