Keluarga Korban penganiayaan Berat Keluhkan Kinerja Polsek Bengkunat Diduga Tidak Profesional

Read Time:6 Minute, 49 Second
Keluarga Korban penganiayaan Berat Keluhkan  Kinerja Polsek Bengkunat Diduga Tidak Profesional
 
BANDAR LAMPUNG – Merasa penanganan kasus penganiayaan di wilayah hukum Polsek Bengkunat beberapa bulan lalu dinilai lambat  dan diduga polisi tidak Profesional menangani laporan penganiyaan , Keluarga korban penganiyaan kecewa atas kinerja polisi Polsek Bengkunat.
 
Kekecewaan itu terlintas ketika laporan atas korban penganiayaan terhadap ponakannya Suheri warga Sukanegara , Bengkunat tidak diproses oleh Polsek Bengkunan  terkesan diabaikan keluarga korban berharap Propam Polda Lampung untuk melakukan pengawasan kerja terkait penanganan proses Laporan  penganiayaan keluarganya yang disinyalir kinerja Polsek Bengkunak dalam  menangani Laporan penganiayaan keluarganya terkesen tidak Profesional .
 
” Sejak dilaporkannya peristiwa penganiayaan yang menimpa keponakannya pada tanggal (7/2/2023) lalu dengan nomor laporan LP / B /03/II/2023/SPKT.SEKKUNAT/RES PESIBAR/POLDA LAMPUNG hingga saat belum adanya tidak lanjut dari Polsek Bengkunat.
 
 
Keluarga korban jelaskan, kurang lebih sudah 3 bulan ini mas gak tau sampai mana prosesnya ,usai buat laporan saya tunggu – tungu perkembanganya tapi gak jelas prosesnya pemberitahuan surat hasil laporan nya aja di kasih tau sudah 11 hari dari laporan dan itupun karena saya terus menanyakan .tuturnya 
 
Lanjutnya , setelah memberikan surat pemberitahuan diterimanya laporan , udah itu baru kemarin lagi menyerahkan surat pemberitahuan hasil penyidikan (SP2HP) yang isinya menjelesakan upaya – upaya yang sudah dilakukan penyidik telah melakukan introgasi para saksi ,Suheri .Hendri Kurniwan .Iko Pratama .Nah yang bingung lagi kenapa baru di berikan surat hasil lanjutanya laporannya setelah ramai pemberitaan dimedia masa dan anehnya lagi surat (SP2HP) tersebut di buat pada tanggal 13 Maret lalu  tertera di kop suratnya ,jadi surat itu selama ini sengaja disimpan tiap saya tanyakan jawabnya selalu dalam proses terus , masa sampai bulan ini dan yang heran lagi isi dalam surat saksi sudah dimintai keterangan tapi ternyata para saksi gak ada yang merasa sudah dipangil lagi dimintai keterangannya mereka datang jadi saksi hanya waktu  membuat laporan saja ,ntah lah bingung kemana harus mencari keadilan karena penangan kasus ponakan saya ini di polsek Bengkunat banyak ke jangalan dan tidak jelas mas.ucapnya dengan nada kesal 
 
“Menurutnya penananan laporan penganiayaan ponakannya memang benar – benar sengaja di biarkan saja , kalau bener di tindak lanjuti mungkin  gak sampai lama seperti ini mas pelaku di tahan , pelaku masih sering kelihatan membawa mobil trevel pelakunya , dulu keterangan kanit , kapolseknya sudah melakukan pengerebekan tapi sempat saya tanyakan ke orang lingkungan sekitar rumah pelaku tidak ada  malah sempat bilang pelaku pernah pulang bawa mobil trevel .tutupnya kepada media (4/5/2023)
 
Di ceritakan sebelum pristiwa penganiayaan tersebut terjadi di sekitar jalan lintas pekon ceringin pada tanggal 7 Februari lalu , saat itu korban sedang melintas mengunakan mobil pribadi miliknya dengan ditemani 2 krabatnya.
 
Tiba – tiba pelaku  menyalip dan berhenti mendadak di depan kendaraan korban lalu korban menegur pelaku dengan ucapkan jangan berenti di jalan meneruskan perjalan kembali dan saat itu pelaku mengejar sempat terjadi cekcok mulut dan pelaku  mengambil pisau di bawah jok motor mencoba melukai korban Suheri dan dua orang keluarga yang berada didalam mobil korban dan dua keluarganya sempat berlari menghindar namun naas korban Heri terjatuh dan terkena tusukan senjata tajam milik pelaku di paha bagian kiri lalu pelaku pergi dengan mengunakan sepeda motor miliknya atas pristiwa tersebut korban yang kebetulan mengenal pelaku dan membuat laporan di polsek Bengkunat.
 
Sementara melalui Kasi Humas Polres Pesibar , Ipda Karyono  membantah adanya dugaan laporan penganiayaan tersebut tidak di proses.
 
“Pihak Polsek sudah upaya pantau kediamannya, sampai sekarang tidak termonitor, terus upaya persuasif melalui aparat pekon untuk kooperatif menyerahkan diri tapi belum juga, kami sangat sayangkan kalau pihak pelapor melihat pelaku tapi tidak memberitahukan ke kami, biar kami bisa tindak lanjuti
 
“Kami minta kerjasamanya apabila pelapor maupun keluarga mengetahui keberadaan pelaku, jangan ragu ragu kasih informasi ke kami, pasti kami tindak lanjuti mas
Demikian mas ya, untuk lebih jelasnya bisa ke kantor mas.ucap kepada awak media (3/5/2023)
 
Disingung terkait dugaan pelaku tidak ditemukan dan proses hukum laporan penganiayaan hingga tiga bulan dugaan mandek dan pelaku belum ditetapkan DPO,”Ipda Karyono jelaskan ,setelah kita lakukan panggilan selama 3 kali tidak hadir maka kita terbitkan DPO, tanpa DPO pun terduga pelaku pun tetap kami cari, kami mdnghimbau kepada pelaku agar kooperatif dan menyerahkan diri ke Polsek bengkunat atau ke polres pesisir barat.tutupnya(Red)Keluarga Korban penganiayaan Berat Keluhkan  Kinerja Polsek Bengkunat Diduga Tidak Profesional 
 
BANDAR LAMPUNG – Merasa penanganan kasus penganiayaan di wilayah hukum Polsek Bengkunat beberapa bulan lalu dinilai lambat  dan diduga polisi tidak Profesional menangani laporan penganiyaan , Keluarga korban penganiyaan kecewa atas kinerja polisi Polsek Bengkunat.
 
Kekecewaan itu terlintas ketika laporan atas korban penganiayaan terhadap ponakannya Suheri warga Sukanegara , Bengkunat tidak diproses oleh Polsek Bengkunan  terkesan diabaikan keluarga korban berharap Propam Polda Lampung untuk melakukan pengawasan kerja terkait penanganan proses Laporan  penganiayaan keluarganya yang disinyalir kinerja Polsek Bengkunak dalam  menangani Laporan penganiayaan keluarganya terkesen tidak Profesional .
 
” Sejak dilaporkannya peristiwa penganiayaan yang menimpa keponakannya pada tanggal (7/2/2023) lalu dengan nomor laporan LP / B /03/II/2023/SPKT.SEKKUNAT/RES PESIBAR/POLDA LAMPUNG hingga saat belum adanya tidak lanjut dari Polsek Bengkunat.
 
 
Keluarga korban jelaskan, kurang lebih sudah 3 bulan ini mas gak tau sampai mana prosesnya ,usai buat laporan saya tunggu – tungu perkembanganya tapi gak jelas prosesnya pemberitahuan surat hasil laporan nya aja di kasih tau sudah 11 hari dari laporan dan itupun karena saya terus menanyakan .tuturnya 
 
Lanjutnya , setelah memberikan surat pemberitahuan diterimanya laporan , udah itu baru kemarin lagi menyerahkan surat pemberitahuan hasil penyidikan (SP2HP) yang isinya menjelesakan upaya – upaya yang sudah dilakukan penyidik telah melakukan introgasi para saksi ,Suheri .Hendri Kurniwan .Iko Pratama .Nah yang bingung lagi kenapa baru di berikan surat hasil lanjutanya laporannya setelah ramai pemberitaan dimedia masa dan anehnya lagi surat (SP2HP) tersebut di buat pada tanggal 13 Maret lalu  tertera di kop suratnya ,jadi surat itu selama ini sengaja disimpan tiap saya tanyakan jawabnya selalu dalam proses terus , masa sampai bulan ini dan yang heran lagi isi dalam surat saksi sudah dimintai keterangan tapi ternyata para saksi gak ada yang merasa sudah dipangil lagi dimintai keterangannya mereka datang jadi saksi hanya waktu  membuat laporan saja ,ntah lah bingung kemana harus mencari keadilan karena penangan kasus ponakan saya ini di polsek Bengkunat banyak ke jangalan dan tidak jelas mas.ucapnya dengan nada kesal 
 
“Menurutnya penananan laporan penganiayaan ponakannya memang benar – benar sengaja di biarkan saja , kalau bener di tindak lanjuti mungkin  gak sampai lama seperti ini mas pelaku di tahan , pelaku masih sering kelihatan membawa mobil trevel pelakunya , dulu keterangan kanit , kapolseknya sudah melakukan pengerebekan tapi sempat saya tanyakan ke orang lingkungan sekitar rumah pelaku tidak ada  malah sempat bilang pelaku pernah pulang bawa mobil trevel .tutupnya kepada media (4/5/2023)
 
Di ceritakan sebelum pristiwa penganiayaan tersebut terjadi di sekitar jalan lintas pekon ceringin pada tanggal 7 Februari lalu , saat itu korban sedang melintas mengunakan mobil pribadi miliknya dengan ditemani 2 krabatnya.
 
Tiba – tiba pelaku  menyalip dan berhenti mendadak di depan kendaraan korban lalu korban menegur pelaku dengan ucapkan jangan berenti di jalan meneruskan perjalan kembali dan saat itu pelaku mengejar sempat terjadi cekcok mulut dan pelaku  mengambil pisau di bawah jok motor mencoba melukai korban Suheri dan dua orang keluarga yang berada didalam mobil korban dan dua keluarganya sempat berlari menghindar namun naas korban Heri terjatuh dan terkena tusukan senjata tajam milik pelaku di paha bagian kiri lalu pelaku pergi dengan mengunakan sepeda motor miliknya atas pristiwa tersebut korban yang kebetulan mengenal pelaku dan membuat laporan di polsek Bengkunat.
 
Sementara melalui Kasi Humas Polres Pesibar , Ipda Karyono  membantah adanya dugaan laporan penganiayaan tersebut tidak di proses.
 
“Pihak Polsek sudah upaya pantau kediamannya, sampai sekarang tidak termonitor, terus upaya persuasif melalui aparat pekon untuk kooperatif menyerahkan diri tapi belum juga, kami sangat sayangkan kalau pihak pelapor melihat pelaku tapi tidak memberitahukan ke kami, biar kami bisa tindak lanjuti
 
“Kami minta kerjasamanya apabila pelapor maupun keluarga mengetahui keberadaan pelaku, jangan ragu ragu kasih informasi ke kami, pasti kami tindak lanjuti mas
Demikian mas ya, untuk lebih jelasnya bisa ke kantor mas.ucap kepada awak media (3/5/2023)
 
Disingung terkait dugaan pelaku tidak ditemukan dan proses hukum laporan penganiayaan hingga tiga bulan dugaan mandek dan pelaku belum ditetapkan DPO,”Ipda Karyono jelaskan ,setelah kita lakukan panggilan selama 3 kali tidak hadir maka kita terbitkan DPO, tanpa DPO pun terduga pelaku pun tetap kami cari, kami mdnghimbau kepada pelaku agar kooperatif dan menyerahkan diri ke Polsek bengkunat atau ke polres pesisir barat.tutupnya(Red)
0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %